Perjanjian Renville : Isi , Latar Belakang, Dampak, dan Hasilnya

By | August 19, 2019

Isi Perjanjian Renville – Untuk memperjuangkan kemerdekan Republik Indonesia, banyak cara yang untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari negara lain terutama Belanda yang secara langsung mengkonfrontasi Indonesia. Contohnya dengan melalui peperangan melawan Belanda dan melalui beberapa perundingan yang menghasilkan perjanjian antara Indonesia dan Belanda.

Di saat sebelum hal ini terjadi, Indonesia bekerja sama dengan Jepang untuk melawan sekutu. Nah, dalam artikel ini akan dibahas mengenai perundingan tersebut, perundingan tersebut bernama perjanjian renville. Tahukah Anda apa isi perjanjian renville tersebut? Yang akan dibahas yakni pengertian perjanjian renville, isi perjanjian renville, tujuan perjanjian renville, serta dampak perjanjian renville. Berikut paparannya:

Pengertian Perjanjian Renville

perjanjian renville

Perjanjian renville adalah perjanjian  dari pihak Indonesia dan Belanda yang melaksnakan perundingan atas usulan dari Dewan PBB dan Komisi Tiga Negara, terjadi pada tanggal 17 Januari 1948. Perjanjian renville, ditandatangani di atas kapal, saat mengangkut pasukan angkatan laut Amerika Serikat yang bernama USS Renville.

Dalam diskusi ini, Indonesia diwakili oleh Mr. Amir Syarifudin dan Belanda diwakili oleh R. Abdulkadir Widjojoarmodjo, untuk menimbulkan isu terhadap warga dunia bahwa pertikaian yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda merupakan masalah dalam negeri Indonesia sendiri, bukan maslaah internasional.

Latar Belakang Perjanjian Renville

Perjanjian renville dilaksanakan untuk menyelesaikan pertikaian antara pihak Indonesia dan Belanda. Keduanya terlibat perselisihan dikarenakan serangan Belanda lewat peristiwa Agresi militer I pada tanggal 21 Juli sampai 4 Agustus 1947. Belanda dianggap telah melanggar isi perjanjian linggarjati yang telah disetujui sebelumnya.

Hal ini menimbulkan reaksi keras dari pihak luar. Dewan keamanan PBB kemudian mengeluarkan resolusi gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda. Pada tanggal 6 Agustus 1947, guberneur Jendral Van Mook dari Belanda memerintahkan gencatan senjata sehingga Agresi Militer I oleh Belanda pun dihentikan.

Pada tanggal 25 Agustus, Dewan Keamanan PBB pun mengeluarkan resolusi untuk menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda secara damai dengan membentuk Komisi Tiga Negara. Tiga negraa tersebut terdiri dari Belgia, Australia dan Amerika Serikat yang disetujui kedua belah pihak sebagai pihak penengah.

Pada tanggal 29 Agustus 1947, Belanda memproklamirkan garis Van Mook yang membatasi wilayah Indonesia dan Belanda. Wilayah Republik Indonesia hanya tinggal sepertiga pulau Jawa dan Pulau Sumatera saja. Blokade yang dilakukan pihak Belanda juga mencegah masuknya persenjataan, makanan dan pakaian menuju ke wilayah Republik Indonesia.

Dalam menyelesaikan perselisihan Indonesia dan Belanda, pada akhirnya diadakannya Perundingan atau membuat perjanjian Renville untuk menyelesaikan konflik kedua negara tersebut. Perjanjian renville diselenggarakan di Lokasi perundingan di tempat netral yaitu diatas kapal USS Renville milik Amerika Serikat yang berlabuh di pelabuhan tanjung Priok, Jakarta.

Waktu pelaksanaan perjanjian Renville ini dilakukan sejak tanggal 8 Desember 1947. Adapun penandatanganan perjanjian Renville dilakukan pad atanggal 17 Desember 1948.

Tujuan Perjanjian Renville

Beberapa tujuan perjanjian renville di Indonesia antara lain:

  1. Menunjukkan pada dunia bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara kecil di wilayah Indonesia.
  2. Mendirikan negara persemakmuran di Indonesia
  3. Menghentikan pertikaian pasca perjanjian Linggrajati
  4. Menghindari perang dan kerugian yanglebih besar

Isi Perjanjian Renville

Berikut isi perjanjian renville atau hasil perjanjian renville ditandatangani oleh pihak Indonesia dan Belanda:

  1. Belanda memiliki kedaulatan di Indonesia, sampai terbentuknya RIS atau Republik Indonesia Serikat.
  2. RIS atau Republik Indonesia Serikat akan memiliki kedudukan sejajar dengan Uni Indonesia Belanda.
  3. Sebelum RIS terbentuk, kekuasaan Belanda akan dipindahkan ke pemerintahan federal sementara.
  4. Negara Republik Indonesia menjadi bagian dari RIS atau Republik Indonesia Serikat.
  5. Setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali, akan diadakan pemilihan umum atau pemilu untuk pembentukan konstitusi RIS.
  6. Semua tentara Indonesia yang berada di daerah pendudukan Belanda atau daerah gerilya, harus mundur kembali ke daerah Republik Indonesia.
  7. Disetujuinya batas wilayah antara Republik Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
  8. Wilayah Republik Indonesia yang diakui oleh Belanda antara lain hanya Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sumatera

Tokoh Perjanjian Renville

  1. Delegasi Republik Indonesia
  2. Ketua : Amir Syarifudin Harahap
  3. Anggota lain : Ali Sastroamijoyo, Haji Agus Salim, Dr. Coa Tik Len, Dr. Johannes Leimena, Nasrun
  4. Delegasi Belanda
  5. Ketua : R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo
  6. Anggota lain : Dr. P. J. Koest, Mr. Dr. Chr. Soumokil, Mr. Van Vredenburg
  7. Penengah atau mediator dari PBB
  8. Ketua : Frank Porter Graham
  9. Anggota : Richard Kirby, Paul van Zeeland

Dampak Perjanjian Renville

  1. Setelah persetujuan Renville ditandatangani, pihak Republik Indonesia diwajibkan mengosongkan wilayah yang dikuasai TNI. Pada bulan Februari 1948, divisi Siliwangi memutuskan hijrah ke Yogyakarta, Jawa Tengah. Divisi ini juga dijuluki sebagai Pasukan Hijrah.
  2. Terjadinya pengalihan wilayah Indonesia ke Belanda dan membuat RI mengalami penyempitan wilayah yang cukup drastis
  3. Setelah Soekarno dan Hatta di tangkap di Yogyakarta, S. M. Kartosuwiryo menolak dengan keras jabatan Menteri Muda Pertahanan dan Kabinet Amir Syarifuddin. S. M. Kartosuwiryo menganggap negara Indonesia telahkalah dan bubar. Sehingga ia mendirikan Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia. Pada 7 Agustus 1949, S. M. Kartosuwiryo menyatakan dengan resmi berdirinya Negara Islam Indonesia.
  4. Munculnya kebencian kabinet kepada kabinet Amir Syarifuddin. Amir Syarifuddin di anggap sudah menjual negara sendiri kepada musuh. Tepat pada tanggal 23 januari 1948, Amir Syarifuddin menyerahkan mandatnya kembali tanpa campur tangan dari golongan sayap kiri atau sosialis.
  5. Amir Syarifuddin menjadi oposisi dari kabinet yang dipimpin oleh Hatta. Untuk merebut kembali mandatnya, pada tanggal 28 Juni 1948, Amir Syarifuddin membentuk front Demokrasi Rakyat yang menyatukan semua golongan sayap kiri, sosialis, komunis, kaum petani dan buruh. Selain itu Front Demokrasi Rakyat juga memprovokasi bentrokan dengan menghasut para kaum buruh untuk mengadakan pemogokan di pabrik karung delangu, pada 5 Juli 1948.
  6. Belanda mengadakan pemblokadean ekonomi Indonesia secara merata. Mengakibatkan perekonomian Indonesia saat itu sangat kekurangan dan anjlok. Perjanjian renville ini di nilai menimbulkan kekuatan politis yang menguntungkan. Belanda, sehingga ia berdaulat sepenuhnya serta berhasil masuk ke sektor ekonomi.
  7. Pasukan dari resimen 40 atau damarwulan bersama batalyon dijajarannya. Batalyon gerilya VIII, batalyon gerilya IX, batalyon gerilya X, depo batalyon, EX. ALRI pangkalan X serta kesatuan kelaskaran, degan total 5000 orang memutuskan untuk hijrah ke daerah Blitar dan sekitarnya.
  8. Resimen 40 atau damarwulan ini merubah namanya menjadi brigade III atau damarwulan dan batalyon pun berubah menjadi batalyon 25, batalyon 26, batalyon 27. Dengan keluarnya surat perintah siasat no. 1, dari PB Sudirman, seluruh pasukan diwajibkan untuk hijrah pulang dan melanjutkan gerilya didaerahnya masing-masing. Pasukan Brigade III atau Damarwulan,di bawah pimpinan Letkol Moch Sroedji ini, melaksanakan Wingate Action, yang melakukan perjalanan sejauh 500 km selama 51 hari.
  9. Belanda semakin berusaha memecah wilayah Indonesia, dengan membentuk negara bonea seperti negara Borneo Barat, Negara Madura, Negara Sumatera Timur dan Negara Jawa Timur.

Baca juga : Wawasan Nusantara

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa isi perjanjian renville merugikan Bangsa Indonesia, dengan dampak-dampak yang telah disebutkan diatas. Terimakasih kepada pembaca sudah menyimak artikel mengenai isi perjanjian renville dari awal hingga akhir, semoga bermanfaat dan penulis memohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan artikel diatas.