Sejarah Bahasa Indonesia dan Perkembangannya Sampai Sekarang

By | August 2, 2019

Sejarah Bahasa Indonesia – Apakah Anda pernah bertanya bagaimana bisa kita menggunakan bahasa Indonesia itu di negara ini? Lalu berasal dari manakah sebenarnya bahasa Indonesia yang sering kita gunakan untuk berkomunikasi? Bagaimana sejarah bahasa Indonesia? Nah, dalam artikel ini Anda akan tahu darimanakah asal bahasa Indonesia itu muncul, penulis akan memaparkan sejarah bahasa Indonesia melalui sumber makalah sejarah bahasa Indonesia. Berikut yang akan dipaparkan diantaranya yakni: sejarah dan perkembangan bahasa Indonesia serta sejarah ejaan bahasa Indonesia. Berikut paparannya

Sejarah Bahasa Indonesia dan Perkembangannya

sejarah bahasa indonesia

Tahukah kamu sejarah bahasa Indonesia berasal dari mana?  Sejarah Bahasa Indonesia yakni berawal dari bahasa kepulauan Riau yakni bahasa melayu. Bahasa Indonesia merupakan bahasa melayu yang kemudian dijadikan sebagai bahasa resmi bangsa Indonesia serta bahasa persatuan. Bahasa Indonesia pada awalnya diresmikan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni satu hari sesudahnya, bersamaan dengan dimulainya konstitusi. Di negara timor leste, bahasa Indonesia berstatus menjadi bahasa kerja.

Memberi nama dari Bahasa Indonesia pada awalnya sejak adanya sumpah pemuda tanggak 28 Agustus 1928, guna menghindari kesan mengenai “imperialiasme bahasa” jika nama dari bahasa melayu masih dipakai. Proses tersebut membuat adanya perbedaan dengan bahasa Indonesia yang sekarang dengan adanya varian bahasa melayu yang di pakai di Riau dan Semenanjung Malaya. Sampai saat ini, bahasa Indonesia adalah bahasa yang tetap hidup dan menghasilakn kat-kata baru, baik itu dengan melalui penciptaan ataupun penyerapan dari bahasa asing dan bahasa daerah.

Terdapat empat faktor yang menjadikan bahasa melayu kemudian diangkat menjadi bahasa Indonesia, antara lain:

  1. Bahasa melayu sudah menjadi sebuah lingua franca bagi bangsa Indonesia, bahasa perdagangan dan bahasa perhubungan.
  2. Sistem bahasa melayu yang cukup sederhana, sehingga mudah untuk dipelajari karena bahasa melayu tidak mengenal tingkatan bahasa.
  3. Suku jawa, sunda dan suku-suku yang lainnya dapat dengan suk rela untuk menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia untuk digunakan sebagai bahasa nasional.
  4. Bahasa melayu memiliki kesanggupan untuk digunakan sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang sangat luas.
  5. sejarah perkembangan bahasa Indonesia
  6. Sejarah perkembangan bahasa Indonesia pada masa prakemerdekaan

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya:

  • Tulisan yang terdapat pada batu nisan di minye tujoh, Aceh pada tahun 1380
  • Prasasti kedukan Bukit, di Palembang pada tahun 683
  • Prasasti talang tuo, di Palembang pada tahun 684
  • Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada tahun 686
  • Prasasri Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi pad atahun 688

Sejarah perkembangan bahasa Indonesia atau Bahasa melayu menyebar ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama islam di wilayah nusantara, serta semakin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya karena bahasamelayu mudah di terima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan.

Sejarah perkembangan bahasa Indonesia atau bahasa melayu di wilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya raasa persaudaraan dan rasa persatuan  bangsa Indonesia. Oleh karena itu, para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia. (sumpah pemuda, 28 Oktober 1928)

Pada abad ke 15 berkembang bentuk yang diangap sebagai bentuk resmi bahasa melayu karen adipaki oleh kesultanan malaka, yang kelak disebut sebagai bahasa melayu tinggi. Penggunaannya terbatasdi kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa dan Semenanjung Malaya.

Pada akhir abad ke 19 pemerintah kolonial Hindia-Belanda melihat bahwa bahasa Melayu atau tinggi dapat digunakan untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai pribumi. Pada periode ini mulai terbentuklah bahasa Indonesia yang secara perlahan terpisah dari bentuk semula bahasa melayu riau-Johor.

Bahasa melayu di Indonesia digunakan sebagai lingua franca atau bahasa pergaulan, namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Bahasa ibu masih menggunakan bahasa daerah yangjumlahnya mencapai 360 bahasa.

Pada pertengahn 1800 an, Alfred Russel Wallace menuliskan dibukunya Malay Archipelago bahwa “penghuni Malaka telah memiliki suatu bangsa tersendiri yang bersunber dari caraberbicara yang paling elegan dari negara-negara lain, sehingga bahasa orang melayu adalahyang paling indah, tepat, dan dipuji di seluruh dunia Timur. Bahasa mereka adalah bahasa yang digunakan di seluruh Hindia Belanda”.

Pada awal abad 20 an, bahasa melayu pecah menjadi dua. Pada tahun 1901, Indonesia di bawah belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen sedangkan pada tahun 1904 Malaysia di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson.

  • Sejarah perkembangan bahasa Indonesia pada masa pasca kemerdekaan

Berhubung dengan menyebar bahasa melayu ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama islam di wilayah nusantara. Serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya, bahasa melayu mudah di terima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, anatar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan.

Perkembangan bahasa melayu diwilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, para pemuda Indonesia yang bergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia.

Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul rapat, para pemuda berikrar:

  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Pada tahun 1928 Bahasa Indonesia dikokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dinyatakan keduudkannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

  • Sejarah Perkembangan bahasa Indonesia Masa Reformasi

Munculnya Bahasa Media Massa:

  • Bertambahnya jumlah kata-kata singkatan
  • Banyak penggunaan istilah-istilah asingatau bahasa asing dalam surat kabar.

Pers telah berjasa dalam memperkenalkan istilah baru, kata-kata dan ungkapan baru, seperti KKN atau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme serta lainnya. Bahasa Indonesia sudah mulai bergeser menjadi bahasa kedua setelah bahasa Inggris ataupun bahasa gaul. Selain itu, dipengaruhhi pula oleh media iklan maupun artis yang menggunakan istilah baru yang merupakan penyimpangan dan kebenaran cara berbahasa Indonesia maupun  mencampuradukkan bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Baca juga : Sejarah Pancasila

Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia

Ejaan bahasa Indonesia singatan dari EBI yang berlaku sejak tahun 2015 berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sbelum EBI berlaku, kita memiliki beberapa jenis ejaan, yakni sebagai berikut:

  1. Ejaan Van Ophuysen
  2. Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi
  3. Ejaan Melindo
  4. Ejaan yang Disempurnakan (EYD)
  5. Ejaan Bahasa Indonesia

Itulah secara singkat mengenai sejarah bahasa Indonesia. Untuk lebih lengkapnya silahkan download di sejarah bahasa Indonesia pdf, semoga bermanfaat. Terimakasih kepada pembaca, serta mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan.