Sejarah Pancasila : Lahirnya, Perumusan, dan Terbentuknya Pancasila

By | July 23, 2019

Sejarah Pancasila – Seperti yang kita ketahui bersama Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, dengan mempertimbangkan banyak sekali pernyataan. Dan tidak semudah itu untuk membuat Dasar Negara, membutuhkan fakta-fakta yang mencerminkan Bangsa Indonesia sesungguhnya. Dalam artikel ini akan di bahas mengenai sejarah pancasila, bagaimana sejarah pancasila? bagaimana sejarah terbentuknya pancasila? Bagaimana sejarah lahirnya pancasila?

Berikut yang akan dipaparkan yakni sejarah pancasila, pancasila dalam konteks sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, sejarah perumusan pancasila. Berikut paparannya sejarah pancasila lengkap, pancasila dalam kajian sejarah bangsa Indonesia:

Sejarah Lahirnya Pancasila

sejarah pancasila

Sejarah lahirnya Pancasila yakni Pancasila sebagai dasar negara di mulai pada saat terakhir pendudukan fase Jepang di Indonesia sekitar 1942. Di saat tentara jepang  di Asia tenggara sudah mulai terdesak oleh tentara sekutu. Tahun 1943 kekuatan tentara Jepang sudah mulai rapuh, sehingga di beberapa medan pertempuran pihak sekutu dapat memukul mundur tentara Jepang dengan sangat mudahnya.

Dalam kondisi yang sangat terdesak seperti ini menimbulkan jepang berubah sikap politik terhadap negeri-negeri yang didudukinya, termasuk terhadap bangsa Indonesia. Jepang melancarkan politik merangkul bangsa Asia, dengan memberikan kemerdekaan kepada Bangsa Birma, dan philipina dengan tujuan agar kedua negeri tersebut bersedia mendukung jepang dalam menghadapi tentara sekutu.

Dalam kesempatan yang baik ini dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia untuk mndesak pemerintah jepang juga memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Dengan desakan yang seperti itu ditanggapi secara serius oelh pemerintah jepang untuk mewujudkan kesediannya pada tanggal 7 september 1944 Perdana menteri koyso memberikan janji akan menghadiahkan kemerdekaan Indonesia kelak di kemudian hari.

Dan untuk mmpersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan janji tersebut, pemerintahan pendudukan Jepang di Jawa membentuk sebuah badan yang di beri nama Dokuritsu Zyunbi Tyoshakai atau badan persiapan usaha-usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yang beranggotakan 60 orang ditamabah dengan 3 orang ketua salah satunya ada tokoh yang mewakili jepang yang bernama Iti bangsae. Dan ketua muda di jabat oleh Radjiman Wedyodiningrat dan Raden Pandji Soeroso.

Pada tanggal 18 Mei 1945, bertepatan engan hari kelahiran tenno haika seorang kaisar jepang BPUPKI di lantik oleh Letnan Jendral Kumakici Harada seorang tentara ke enam belas jepang. Dalam waktu yang relatif singkat sekitar dua bulan sejak 18 Mei sampai 17 Juli 1945 dengan dua kali masa sidang telah dapat menyelesaikan tugas berat. Yaitu berkenan dengan Dasar Negara dan Bentuk Negara.

Dalam setiap sidang bukannya berjalan mulus saja tetapi mereka mengalami rintangan-rintangan dalam diskusinya namun diselesaikan karena mereka berpegang teguh pada prinsip demi persatuan dan kesatuan dengan jiwa yang amat besar demi kepentingan bangsa dan negara.

Perdebatan terjadi antar dua golongan besar yaitubung karno, menyebutnya dengan golongan kebangsaan dan golongan islam. Sebutan seperti ini rasanya kurang terdengar baik sebut saja golongan nasionalis sekuler dan golongan nasionalis muslim. Dan harus diakui bahwa sebenarnya semnagat nasionalisme ini pertama kali justru muncul dari kalangan muslim. Di kalangan mereka sudah timbul rasa patriotisme sejak lama yaitu sejak abad ke XVI sejak kedatangan penjajah.

Simak juga : Pancasila Sebagai Dasar Negara

Ketika itu mereka mengganggap bahwa negeri eropa datang ke indonesia selain untuk mengambil rempah-rempah juga akan menyebarkan agama nasrani kepada penduduk setempat dan kelompok santri tentunya sangat terusik.

Fakta sejarah menunjukkan bahwa kedatangan bangsa eropa yaitu spanyol, portugis, inggris dan belanda ke negeri jajahannya tentu tidak lepas dari tiga motif yaitu pertama motif ekonomi dan bentuk eksploitas kekayaan alam bangsa terjajah, kedua motif politik dalam rangka menyambungkan kekuasaan dengan politik pecah belah atau sering disebut politik Devide et impera atau politik belah bambu dan motif ke tiga yakni motif agama. Sehingga targetnya cukup jelas akan memerangi islam dan mengeruk kekayaan, sehingga bagi kalangan santri hal ini dianggap sangat berbahaya.

Usulan dasar negara baik yang berasal dari golongan nasionalis dan golongan islam ini berlangsung dengan perdebatan panjang sampai 1 juni 1945. Namun sayangnya sejarah mengenai hal ini sekarang sudah mulai hilang dari peredaran sehingga sulit utuk melacaknya.

Pada tanggal 1 juni 1945 tersebut bung karno menyampaikan pidato yang cukup panjangan sekitar 21 halaman di hadapan sidang baan penyelidik. Dalam pidato yang kerap ditimpali dengan tepuk tangan tersebut untuk pertama kalinya ia memperkenalkan apa yang disebut Pancasila sekaligus beliau menyatakan bahwa pancasila ini dapat dijadikan asas kefilsafatan. Itulah sejarah lahirnya pancasila, berikut di bwah ini perumusan pancasila serta pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia:

Arti Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan Bangsa Indonesia

  1. Zaman Kuno

Sejak adanya kerajaan-kerajaan di Nusantara dan masuknya agama Hindu dan Budha serta Islam, unsur-unsur Pancasila sudah ada di masyarakat yaitu terkait dengan sistem kepercayaan.

  1. Zaman Kolonial
  2. Masuknya Belanda : VOC pada tahun 1602, perlawanan rakyat abad XVII-XIX bersifat kedaerhan dan lokal, sehingga mudah dipatahkan.
  3. Perlawanan rakyta abad XX, ditandai:
  • Munculnya paham nasionalisme, liberalisme, dan demokrasi
  • Pengaruh kemenangan bangsa Asia terhadap Eropa
  • Munculnya pergerakan nasional Indonesia
  • Tumbuhnya organisasi Modern
  • Sumpeh pemuda
  • Penjajahan Jepang yakni sidang BPUPKI I dan II serta pembentukan PPKI
  1. Proklamasi 17 Agustus 1945

Penetapan Pancasila dalam UUD 1945 atau sidahng PPKI tanggal 18 agustus 1945

Sejarah Perumusan Pancasila

Dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 29 April 1945 di bentuk Badan penyelidik usaha-usaha persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai. Badan ini diketuai oleh mantan ketua Budi Utomo yaitu dr. Radjiman Widyodiningrat. Ia didampingi oleh dua wakil ketua, masing-masing seorang berkebangsaan Indonesia dan seorang berkebangsaan Jepang.

Badan ini bertujuan untuk mempelajari dan mempersiapkan hal-hal penting mengenai tata pemerintahan Indonesia Merdeka.

  1. Sidang pertama BPUPKI

BPUPKI mengadakan sidang pertama tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945. Sidang ini membicarakan dasar negara Indonesia. Tokoh-tokoh yang mengusulkan dasar negara diantaranya Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr. Soepomo dan Ir. Soekarno.

  1. Piagam Jakarta

Sesudah pertemuan sidang pertama BPUPKI, berlangsung pertemuan di luar sidang. Pertemuan itu dilakukan oleh para anggota BPUPKI yang tinggal di Jakarta. Pada tanggal 22 Juni 1945, pertemuan ini dimaksudkan untuk menjembatanikan perbedaan antara golongan nasionalis dan islam. Dalam pertemuan itu, diupayakan kompromi antara kedua belah pihak mengenai rumusan dasar negara bagi negara Indonesia.

Pada kesempatan ini sebuah panitia, yang kemudian dikenal dengan panitia sembilan, dibentuk untuk merumuskan kesepakatan antara kedua belah pihak. Panitia itu beranggotakan sembilan tokoh nasional yang juga tokoh-tokoh BPUPKI, yaitu Soekarno, Muhammada Hatta, Muhammad Yamin, Subardja, A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakar, Wachid Hasyim, Abikusno Tjukrosujoso dan K. H. Agus salim.

Setelah mengadakan pembahasan, panitia ini berhasil menetapkan rancangan pembukaan UUD yang kemudian di kenal dengan nama Piagam Jakarta. Pancasila dalam Piagam Jakarta dirumuskan demikian:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalanakan syariat-syariat Islam bagi pemeluk-pemelukNya.
  2. Kemanusian yang adail dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
  6. Sidang kedua BPUPKI

Ketika BPUPKI mengadakan sidang kedua pada tanggal 10 Juli sampai 17 Juli 1945, Soekarno selaku ketua panitia Sembilan melaporkan usul pembukaan UUD disidang BPUPKI. Ketua BPUPKI kemudian membentuk panitia perancang UUD, diketuai oleh Soekarno. Pada tanggal 11 Juli 1945, panitia membicarakan rancangan Pembukaan UUD. Lalu ketua membentuk Panitia kecil beranggotakan 7 orang diketuai Soepomo untuk membentuk rancangan UUD. Hasil kerja Panitia kecil dibicarakan tanggal 13 Juli 1945 dan diterima oleh panitia perancang UUD.

Pada tanggal 14 Juli 1945 diadakn sidang pleno BPUPKI membicarakan rancangan Pembukaan UUD dan menerimanya dengan sedikit perubahan. Pada tanggal 15 Juli 1945, dibicarakan rancangan UUD. Setelah Soekarno dan Soepomo memberikan penjelasan umum dan pasal demi pasal, masing-masing anggota memberikan tanggapan.

Mengenai agama, timbul perdebatan sengit. Akan tetapi, pada tanggal 16 Juli 1945 UUD diterima dengan bulat. Dengan demikian tugas BPUPKI selesai dan badan tersebut dibubarkan.

  1. Perumusan Pancasila dalam persidangan PPKI

Pada tanggal 7 Agustus 1945 di bentuk Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI), terdiri dari 21 orang. Tugas PPKI adalah melaksanakan kemerdekaan Indonesia dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk mmbentuk suatu negara. Soekarno ditunjuk sebagai ketua dan Muhhamad Hatta sebagai wakil ketua.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI bersidang dan mengambil beberapa keputusan penting, yaitu:

  1. Mengesahkan Pembukaan UUD
  2. Mengesahkan UUD
  3. Memilih Presiden dan Wakil Presiden
  4. Menetapkan bahwa untuk sementara waktu Presiden akan di bantu oleh sebuah Komite Nasional.

Diantara ksepakatan mengenai perubahan-perubahan yang dilakukan, terdapat satu perubahan penting, yaitu mengenai rumusan sila pertama Piagam Jakarta. Anak kalimat “dengan kewajiban menjalankan syari’at-syari’at islam bagi penduduk-penduduknya” disepakati untuk dihilangkan. Karena itu sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Dihilangkannya anak kalimat tersebut disetujui oleh semua anggota PPKI. Itu dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa di dalam suatu pernyataan pokok mengenai seluruh bangsa sebaiknya tidak ditempatkan suatu hal yang hanya mengenai sebagian rakyat Indonesia, sekalipun bagian yang terbesar. Pencoretan anak kalimat tersebut adalah untuk menjaga persatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia.

Baca juga : Wawasan Nusantara

Nah, dalam artikel diatas mengenai sejarah Pancasila dijelaskan bahwa sejarah lahirnya Pancasila berawal dari inisiatif bangsa Indonesia untuk meminta kemerdekaan Indonesia kepada bangsa Jepang, dengan syarat membantu Jepang dalam melawan bangsa sekutu. Serta sejarah Pancasilapun terjadi dengan membutuhkan waktu yang cukup lama serta melewati perdebatan-perdebatan sengit. Itulah paparan mengenai sejarah lahirnya pancasila, semoga pembaca dapat memahami serta bermanfaat untuk pembaca.